Everyday is My Birthday and Death Day

By Jasmeen K. - February 21, 2017



          


  Kematian adalah keniscayaan, tidak satu jiwa pun mampu menghindarinya. Sedikit sekali yang mau menerimanya – kalau enggan berkata bahwa semua orang merasa berat meninggalkan hidup ini. Semua berkata dalam hatinyaseperti ucapan Chairil Anwar “Aku ingin hidup seribu tahun lagi”. Al-Quran pun menggunakan kalimat serupa, Setiap orang diantara mereka menginginkan seandainya dia diberi umur seribu tahun(QS Al-Baqarah [2]:96)

Well, berikut adalah beberapa ayat dari Al-Quran yang menjelaskan tentang kematian :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ 

 عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?(QS An-Nisa’[4]:78)


إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ 

عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Luqman [31]:34)


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS Al-Jumu’ah [62]:8)


وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا 

عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (QS Al-Kafl [18]:49)

            As we know, perayaan ulang tahun sudah menjadi budaya bangsa Indonesia. Tapi tahukah antum bahwa setiap hari adalah hari kematian kita. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah yangs sering kita anggap enteng, padahal pesannya sangat mendalam, yaitu menghayati bahwa setiap mau tidur kita diajak memasuki alam kematian.

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ

Ya Allah, dengan asma-Mu aku menjalani hidup dan dengan asma-Mu malam ini aku akan mati.

Dalam psikologi Al-Quran, tidur diserupakan mati karena sewaktu tidur kita tidak berkuasa lagi untuk mengendalikan tubuh ini. Seakan jasad dan ruh telah terpisah untuk sementara. Jiwa yang tenang karena banyak beramal saleh serta menjalani hidupnya dengan tulus, ketika tidur jiwanya juga akan damai.

Dan juga setiap hari adalah hari kelahiran kita. Begitu bangun tidur Rasulullah mengajarkan untuk berdoa :


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Segala puji bagi-Mu ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Mu nantinya kami semua akan berpulang.

Betapa indah dan dalamnyapesan doa ini, bahwa setiap pagi adalah hari kelahiran. Sebagaimana setiap malam adalah malam kematian. Begitu terlahir kembali, yang pertama diucapkan adalah puji syukur kepada Allah.

So, mari kita menjadi pribadi yang baik dari hari ke hari. Amin. 

Selamat berulang hari, semoga panjang dan berkah umurnya.

Everyday is your birthday and your death day. 


Source : Hidayat, Komaruddin. Psikologi Kematian. Jakarta Selatan : Penerbit Noura Books, Desember 2015. 
http://tafsirq.com/



  • Share:

You Might Also Like

0 comments