Wisata Religi ke Padepokan Punggowo Batam

By Jasmeen K. - April 05, 2017

Spanduk Padepokan Punggowo

Visit Padepokan Punggowo 

Pada tanggal 02 April 2017, Blogger Kepri berkesempatan untuk berwisata religi ke Padepokan Punggowo Batam yang berlokasi di Kampung Terih Nongsa. Wisata religi kali ini Blogger Kepri tidak sendirian lho, ada beberapa komunitas yang bergabung dalam acara ini juga, seperti ISKY (Ikatan Silaturahmi Keluaga Yogyakarta) dan juga BFC (Batamindo Fotografi Club).

Sebenarnya apa se yang dimaksud dengan Punggowo??
Punggowo adalah singkatan dari Paguyuban Among Wargo Jowo, artinya Perkumpulan warga Jawa. Ada sekitar 117 paguyuban yang bernaung di bawah Punggowo. Punggowo dilurahi oleh Bapak
Dr. HM Soerya Respationo, SH.MH. 

Biografi Bapak Dr. HM Suryo Respationo, SH.MH. dan Ibu Dra Hj Rekaveny

Berikut profil Bapak Dr. HM Soerya Respationo, SH.MH. :

1979 - 1996 karyawan swasta
1982 - sekarang Advokat (Dharma Bhakti Mulya)
2002 - sekarang ketua DPD PDIP Kepri
2004 - 2006 wakil DPRD Kota Batam
2004 - sekarang menjadi dosen UNIBA Pasca Sarjana magister hukum
2006 - 2009 ketua DPRD Kota Batam
2009 - 2010 ketua DPRD Kepri
2010 - 2015 Wakil Gubernur Kepri
Sekarang -  Ketua organisasi  Taekwondo  dan banyak yg lain semisal pembina Tarung drajat, Ketua Pengurus cabang KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gajamada) dan kali ini membuka firma hukum Respati dan Rekan ( RR Law Firm ).

Itulah ulasan singkat tentang biografi Pak Suryo. By the way, kenapa disebut wisata religi?? Karena kali ini kita akan berziarah dimakam Nyi Lurah Punggowo (Istri Bapak Suryo), Dra Hj Rekaveny yang telah berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 25 Januari 2017.

Berikut profil dari Dra Hj Rekaveny:

Dua periode 2009 - 2014 dan 2015 - 2019 anggota DPRD Kota Batam,  Ketua fraksi PDIP Kota Batam, mengetuai beberapa majelis taklim, organisasi perempuan, organisasi sosial kemasyarakatan dan sampai wafatnya menjabat sebagai ketua alumni UI ( ILUNI ). Almarhumah mendapatkan tanda jasa satya lencana dr Presiden RI karena beliau begitu aktif di bidang sosial kemasyarakatan pada tahun 2014, beliau berdua dikarunia 1 orang putra, 3 putri dan 3 orang cucu.

Agenda Pertama
Padepokan Utama Punggowo

Sambutan dari Bapak Suryo

Well, beberapa agenda telah tersusun rapi dari pihak Punggowo. Agenda yang pertama adalah kata sambutan dari Bapak Suryo di Padepokan Utama. Beliau mengungkapkan beribu terimakasih telah berkunjung dan berziarah untuk almarhumah istrinya. Beliau juga menjelaskan bahwa Padepokan Punggowo ini dibangun bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada seluruh masyarakat ataupun komunitas yang ingin mengadakan acara di padepokan ataupun menikmati pemandangan sekitar padepokan, tentunya alasan utamanya adalah untuk membangunkan Cungkup (rumah pengistirahatan terakhir)  demi istri yang amat beliau cintai. Dilanjutkan oleh kata sambutan dari perwakilan Blogger Kepri, Sri Murni


Agenda Kedua

Cungkupnya Dra. Hj. Rekaveny

Batu Nisan Dra. Hj. Rekaveny

Lanjut ke agenda kedua, kami akan berkunjung ke Cungkupnya Ibu Rekaveny. Doa kami haturkan dari lubuk hati terdalam semoga amal beliau diterima oleh Allah dan diampuni segala dosanya. Amin. Design dari cungkup yang begitu klasik dengan ornamen-ornamen Jawanya, langsung di design oleh Bapak Suryo itu sendiri.
 

Agenda ketiga

Agenda berikutanya adalah berkeliling di area Padepokan Punggowo yang luasnya sekitar 5 hektar. Luas sekali guys. Dan yang paling saya suka berada disini adalah, "Serasa di kampung sendiri". Maklum saya gadis yang lahir dan besar di Jawa, tepatnya di Kota Solo. Suasana disini begitu tenang, nyaman, teduh, dan pastinya ditemani angin sepoi-sepoi yang membuat saya ingin bermalas manja menikmati hidup.

Pak Arianto dan saya

Pada kesempatan ini, Pak Arianto akan menemani kami berkeliling sekitar Padepokan Punggowo. Beliau adalah salah satu tetua Punggowo yang mempunyai andil dalam membangun Padepokan Punggowo. Sudah sekitar 40% pembangunan Padepokan Punggowo ini berjalan. 

Ada apa aja ya, di lahan seluas 5 hektar ini?? Yuk, simak.

Gerbang utama menuju Cungkup

Gerbang utama menuju cungkup ini akan di hiasi oleh patung Arca yang mengapit kanan kiri gerbang. Kalau sudah pernah datang ke Solo dan mampir ke daerah Gladak, akan terlihat Reco Gladak. Arca seperti itulah yang akan menghiasi gerbang cungkup.

Kolam pembibitan ikan
Terdapat kolam pembibitan ikan juga. Ikan-ikan air tawarlah yang dibibit di kolam ini. Ada dua kolam besar yang nantinya akan dipergunakan untuk budidaya ikan.

Ruang Meeting
Bangunan ini dipergunakan khusus untuk agenda meeting para Punggowo. Ruang meeting yang berhadapan langsung dengan luasnya kolam ikan.

Sayur Hidroponik
Wah, terdapat mini hidroponik yang luasnya sekitar 10 meter, yang ditanami sayur mayur, berupa kangkung, sawi, selada, dll. Dan uniknya guys, sayur ini tidak untuk dimasak, dibiarkan tumbuh menua, menguning, dan gugur.

Taman Padepokan Punggowo
Taman ini dipenuhi pohon rindang, berbagai macam jenis bunga, dan juga rumput hijau yang membentang. Taman ini juga langsung di design oleh Bapak Suryo sendiri.

Burung Beo

Burung Kalkun

Anak Monyet

Anak Macan

Berbagai jenis ayam
Well, di Padepokan Punggowo ini juga terdapat Mini Zoo atau kebun binatang kecil. Terdaoat beberapa binatang, seperti ayam, macan, burung beo, kalkun, monyet, dll.

Agenda Keempat

Trah Dheglenk (Picture taken by Aris Purwanto - BFC)

Trah Dheglenk (Picture taken by Aris Purwanto - BFC)

Trah Dheglenk (Picture taken by Aris Purwanto - BFC)

Agenda keempat akan diisi oleh komunitas ISKY dengan kesenian Jathilan kreasi baru Turonggo Putro Mataram, yang disebut Trah Dheglenk. Dwi Luvianta adalah salah satu anggota dari Trah Dheglenk Batam. Dia menjelaskan bahwa Trah Dheglenk adalah sebutan dari buto (pemain/penari yg memakai topeng).

 Agenda Kelima


Rumah Kediaman Bapak Suryo di Padepokan Punggowo


Teras cantik untuk bersantai didepan ruamh kediaman Bapak Suryo
Agenda kelima ini adalah agenda terakhir dari wisata religi di Padepokan Punggowo, yaitu berkunjung ke kediaman Bapak Suryo di Padepokan Punggowo untuk berpamitan dan berfoto bersama.


Salam dari Blogger Kepri

That is the end of today's story. Padepokan Punggowo ini cocok untuk berwisata bersama sanak saudara, keluarga, ataupun sahabat. Tempat nan indah yang mampu mengusir sejenak penat karena kesibukan yang ada.



Written By Jasmeen K.
05 April 2017




 

  • Share:

You Might Also Like

1 comments